Gangguan keterampilan motorik, juga disebut gangguan koordinasi motorik atau motor dyspraxia, adalah gangguan umum pada masa kanak-kanak.
Anak-anak dengan gangguan ini memiliki masalah yang terkait termasuk kesulitan dalam memproses informasi visuospatial yang diperlukan untuk memandu tindakan motorik mereka, mereka mungkin tidak dapat mengingat atau merencanakan aktivitas motorik yang rumit seperti:
tarian,
Melakukan senam,
menangkap atau melempar bola dengan akurat, atau
menghasilkan tulisan tangan yang dapat dibaca secara fasih.
Seringkali ada riwayat keterlambatan dini dalam perkembangan keterampilan motorik. Ini bisa terjadi sebagai keterlambatan dalam kemampuan untuk duduk atau belajar berjalan dengan baik.
Seringkali, anak-anak ini digambarkan sebagai kikuk atau pelupa, (misalnya, mereka mungkin tidak pernah mengubah keran air atau lampu mati).
Anak-anak ini mungkin mengalami kesulitan menggunakan cangkir, sendok atau garpu untuk makan.
Mereka mungkin memiliki kecenderungan untuk menjatuhkan barang atau lari ke dinding / furnitur dan mengalami kecelakaan sering karena kesulitan perencanaan motor.
Mereka mungkin memiliki masalah dengan tugas yang memerlukan koordinasi dan ketangkasan tangan-mata (memalu paku, menghubungkan kabel dll).
Anak-anak ini mungkin juga mengalami kesulitan memegang pensil dan belajar menulis.
Gangguan keterampilan motorik dapat sangat melumpuhkan baik dalam pengaturan akademik (sekolah) maupun dalam kehidupan sehari-hari karena gangguan fungsi. Anak-anak dan orang dewasa dengan gangguan ini beresiko untuk obesitas, karena tingginya tingkat aktivitas fisik, dan sering menderita rendah diri serta prestasi akademik yang rendah.
Penyebab gangguan keterampilan motorik
Tidak ada penyebab pasti yang pasti dari gangguan ini; Namun, sering dikaitkan dengan kelainan fisiologis atau perkembangan seperti:
prematuritas,
cacat perkembangan (defisit kognitif),
gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD), dan
matematika atau gangguan belajar membaca.
Ini harus dibedakan dari gangguan motorik lainnya, seperti:
cerebral palsy,
distrofi otot, dan
gangguan metabolisme bawaan.
No comments:
Post a Comment